Pampis

Kami penggemar pedas dan ikan, dan banyak sekali kombinasi keduanya yang sukses menjadi makanan favorit. Pampis adalah salah satunya, dan anehnya masakan ikan suwir ini ngga pernah bikin bosan, makan Pampis tiap haripun boleh.

Seperti umumnya masakan khas Menado, bumbunya sederhana dan kaya rempah – rempah. Membuatnya juga cepat, apalagi kalau pakai ikan Cakalang asap yang tinggal disuwir – suwir.

Tetapi kita bisa juga membuat Pampis dari ikan segar, pilihan yang banyak digunakan adalah ikan Tongkol atau Cakalang. Keduanya adalah ikan laut dari keluarga yang sama. Cakalang umumnya berukuran lebih besar, ekor tidak bersisik dan warnanya lebih terang, di sisi badannya ada motif bergaris – garis. bentuk mirip tapi rasa berbeda.

Bentuk dan rasa berbeda, tapi tekstur daging hampir mirip, bolehlah saling menggantikan. Saya sendiri lebih suka Cakalang, karena Tongkol kadang – kadang menyebabkan gatal, tetapi susah sekali mendapatkan Cakalang disini, jadi Tongkol segarpun jadi pilihan utama. Harganya tidak terlalu mahal, 10 ringgit per kg, sudah dapat 1 ekor besar. Sebagian bisa diolah menjadi Pampis, sebagian jadi masakan lainnya, irit kan.

PAMPIS

  • Servings: 6-8
  • Difficulty: easy
  • Print

IMG_4178

Bahan – bahan
Ikan Tongkol/Cakalang segar 1 ekor, kira – kira 1-1.5 kg

Bumbu 
6 butir bawang merah
4 butir bawang putih
Seibu jari (= 6cm) kunyit
Cabe merah dan cabe rawit sesuai selera
Daun kemangi
5 lembar daun jeruk, boleh utuh atau dirajang halus
2 batang daun bawang, dirajang halus
2 batang serai, ambil bagian putihnya saja
gula – garam

Cara membuat
Bersihkan ikan, kucuri dengan air jeruk nipis dengan sedikit garam, panggang/kukus sampai matang, suwir – suwir daging ikannya
Haluskan bawang merah, bawang putih, cabe merah, cabe rawit, serai, dan kunyit
Tumis bumbu halus dengan sedikit minyak sampai harum, tambahkan sedikit air, tumis kembali beberapa saat
Masukkan daun jeruk dan ikan suwir, aduk sampai bumbu tercampur merata
Kecilkan api, masukkan daun kemangi dan daun bawang
Terakhir masukkan gula garam, cicipi dan koreksi sampai rasanya pas
Bila ingin versi kering terus masak dengan api kecil

Pampis enak dimakan dengan nasi hangat, ditambah dengan perkedel jagung dan tumis bunga pepaya. Siap – siap tambah nasi ya 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s